Kamis, 15 Desember 2011

Sebuah Inspirasi Hidup


le="text-align: center;">
Alfan s pd.i 

301011-1116(002).jpg                


 Kisah ini terispirasi dari seorang guru yang mengajar di SMK N 1 Banjar,beliau adalah salah satu orang yang berpengaruh dalam hidup kami para muridnya terutama saya, saya pun telah meminta izin untuk membuat ilustrasi cerita dalam sebuah cerpen milik saya ini, kepada beliau, maaf sebelumnya jika dalam cerpen milik saya ini ada sedikit perubahan dari cerita aslinya. Beliau adalah bapak Alpan s.pdi, guru agama yang memiliki semnagat hidup untuk menjungjung cita-citanya dan untuk membuat orang tuanya bangga padanya. Saya mengubah tokoh dari cerita aslinya bapak Alpan saya tokohkan sebagai Kevin.
Dimulai ketika beliau duduk di Sekolah Dasar ( SD ), beliau asli dari sumatra barat, SD nya pun ada di sumatra barat. Lulus dari SD beliau berharap dapat melanjutkannya ke tingkat  SLTP , namun keadaan ekonomi dari keluarganya tidak memungkinkan , keluarga beliau hanyalah seorang petani. Jangankan sekolah , asal bisa makan dalam sehari saja keluarga Kevin  sangat bersyukur. Pagi hari kevin  mengajak ayahnya untuk berbicara .Kevin “ ayah , saya ingin melanjutkan sekolah ,, ke MTS N “Ayah Kevin “ nak,,,,!!! Lebih baik kamu bantu ayah di sawah, jangan dulu memikirkan sekolah, bukannya ayah tidak mau kamu menjadi orang berpebdidikan tinggi,, tetapi kamu juga tau bagaimana kondisi ekonomi keluarga ini ,jadi tolonglah mengerti keadaan nak,, ! “Dengan sangat terpaksa Kevin  menuruti keinginan orang tuanya untuk membajak sawah. Suatau hari kevin  di ajak sodara jauhnya untuk mengikutinya ke sumatra barat yang beradda di kota, untuk melanjutkan sekolahnya,, Akhirnya kevin pergi meninggalkan orang tuanya di kampung. Sesampainya disana kevin  tidak langsung bersekolah , ia harus memenuhi biaya sekolahnya dahulu, tidak ada pilihan lain untuk mendapatkan uang untuk biaya sekolahnya , akhirnya kevin  mengikuti jejak pamannya menjadi seorang pembantu rumah tangga. Di usia 12 taun kevin memulai sekolahnya di MTS N Sumatra Barat, sebelum dan sepulang sekolah selain belajar kevin  harus mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu, semangat yang mengebu-gebu kevin  mengerjakan semua itu tanpa protes karena kevin tau ini adalah cara untuk kevin bisa bersekolah tanpa merepotkan orang tuanya di kampung.  orang tua kevin  di kampung tak tau akan hal tentang apa yang tejadi pada diri kevin. Bekerja sebagai pembantu bukanlah hal yang mudah di jalani, sering kali kevin  mendapat perlakuan kasar dari sang majikan hanya karena masalah sepele.Selang 2 taun kevin  menjalani profesinya sebagai murid MTS N dan pembantu. Kabar tentang kevin disiksa oleh majikan ,akhirnya terdengar sapai telinga orang tuanya di kampung. Kevin pun berhenti menjadi seorang pembantu.Kevin mulai kebingungan untuk meemenuhi biaya sekolahnya, akhirnya kevin  memutuskan untuk menjadi seorang  guru di sebuah TPA, usia terbilang sangat muda kevin  mampu menjadi guru di sebuah TPA. Lulus dari MTS N, kevin  tidak pernah sama sekali mengeluh untuk tetap melanjutkan sekolahnya, kevin mengikuti sebuah tes di kecamatannya untuk memasuki MA ( Madrasah Aliah ) sebuah pesantren yang menampung usia untuk melanjutkan SLTA. Persaingan sangat ketat dari setiap kecamatan hanya 2 orang yang mengikutu tes itu. Beruntungnya kevin dapat mengikuti tes tersebut, dan akhirnya kevin berhasil masuk ke MA, dengan hasil yang memuaskan, kevin  adalah sosok anak yang cerdas, tangguh dan tidak mudah putus asa. Di MA ia mendapat beasiswa seumur hidup. Hati alpan sangat lega karena dia dapat bersekolah hingga ke perguruan tinggi tanpa repot memikirkan biaya sekolahnya nanti, karena semua biaya telah di tanggung pemerintah. sebelum melanjutkan sekolahnya kevin  meminta Izin pada ayahnhya di kmpung .Ayah kevin  “ nak,, kamu yakin mau melanjutkan sekolah mu ?? “Dengan  semangat kevin  menjawab “ tentu ayah,, tentu saja kevin ingin menjadi orang yang sukses yang dapat membanggakan ayah dan ibu disini, dam membuktikan pada semua orang kevin bisa menjadi orang yang berpendidikan ayah,, jadi tolong izinkan kevin melanjutkan sekolah Kevin “ , dengan bekal dari orang tuanya sebesar 4 jta rupiah hasil dari  sawah orang tuanya yang digadaikan kevin berangkat  ke  Yogyakarta .di Yogyakarta lagi-lagi cobaan menerpa keuangan kevin, uang 5 ribu rupiah ia jadikan sebagai bekalnya kuliah selama 1 minggu. Untuk makan saja kevin kesulitankevin “ aduuuh,, lapar sekali ,, uang ku tidak mencukupi untuk bekal besok jika hari ini aku paki untuk makan,????, hmm sudahlah lagi pula tadi aku sudah makan bersama teman ku, sebaiknya malam ini aku tidak makan malam , untuk menghemat uang.3 Tahun berlalu  kevin  melanjutkan pengguruan tinngi di UIN ( Universitas Islam Sunan Kalijaga) di  Yogyakarta, beruntungnya kevin  bersekolah disana. Kevin  berada di UIN kemudian dia Lulus dan mendapat gelar sarjana S1,dengan pejuangan dari seribu siswa hanya 35 siswa yang tercatat lulus, Alhamdulilah lagi-lagi kevin  lulus dengan urutan ke 35 dari 35 siswa yang Lulus saat itu.Pada saat wisuda kevin  tidak ditemani sanak sodaranya termasuk orang tuanya, jangankan memberi tau wisuda kuliahnya, orang tua kevin  tidak tau sama sekali bahwa anaknyasudah berhasil menjadi seorang sarjana lulusan agama Islam di UIN  yogyakarta, kehidupan kevin  brejalan sesuai cita-citanya ia berhasil menjadi seorang sarjana S1 lulus kuliah kevin mengajar di sebuah SMK N 1 banjar jawa barat.
Itulah sedikit ilustrasi tentang kisah hidup bapak Alpan untuk mengejar cita-cita nya,, maaf jika didalam  ilustrasi  cerita ini terdapat kata-kata yang tidak tepat penulisaannya atau tidak di mengerti karena saya jga dalam proses peembelajaran trimakasih,, sebuah pesan dari bapak Alpan  “ berbahagialah kalian yang bersekolah tanpa harus bersusah payah mencari uang sendiri, dan ingatlah pejuanggan orang tua kalian yang bersusah payah mencari biaya sekolah untuk kalian, jadi jangan disiasiakan pengorbanan orang tua kalian, berikan mereka hadiah , hadiah menjadi anak yang berprestasi, untuk yang kurang mampu jangan kalian berkecil hati, justru orang-orang yang menikmati hasil kesuksesan prestasinya adalah datang dari kalangan bawah seperti saya, saya hanya seorang anak petani tetapi saya mampu menjadi seorang sarjana S1 ,semoga pengalaman hidup saya ini dapat menjadi motifasi hidup untuk kalia, “Naaaah guys,, bapak Alpan adalah orang yang mau berusaha , tidak kenal lelah, dan tidak pernah berputus asa patut di contoh okey,, sekian dan Trimakassih ,wasss.
                                                                                                                                               
                                                                                                Karya  : anak bangsa yang baru belajar.                                                                                                Kka susan

                                                                                    Kelas    : X AP 1 

0 komentar:

Posting Komentar

setelah baca jangan lupa tinggalkan komentar !! )

Susan Indrianie. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Template by:

Free Blog Templates